Saturday, 28 March 2020

PERENCANAAN SISTEM


Pendahuluan
Perencanaan sistem merupakan suatu aktivitas yang harus dilaksanakan sebelum dikembangkannnya sebuah sistem.Perencanaan sistem perlu dilakukan agar pembangunan/pengembangan sistem sesuai blueprint yang ada sesuai dengan visi, misi, tujuan dan sasaran organisasi. Biasanya pengembangan sistem dilaksanakan dalam lingkup proyek. Sebelum pelaksanaan proyek pengembangan sistem informasi dimulai, maka proyek tersebut harus mendapatkan persetujuan dari pengambil keputusan.
Perencanaan sistem dilakukan saat suatu kegiatan akan berjalan. Perencanaan
sistem mengidentifikasikan sistem informasi penting yang strategis dalam
organisasi. Tujuannya untuk melihat kesempatan memanfaatkan teknologi
informasi dan membangun proyek sistem yang mendukung tujuan bisnis.
Sebelum suatu sistem informasi dikembangkan, umumnya dimulai dengan adanya
suatu kebijakan dan perencanaan untuk mengembangkan sistem itu. Tanpa
adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen puncak maka
pengembangan sistem tidak adan mendapat dukungan dari manajemen puncak

Arti Perencanaan Sistem

Desain sistem dapat dibagi dalam dua bagian
Analisis sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan what? Sedangkan desain digunakan untuk menjawab pertanyaan how? Desain berkonsentrasi pada bagaimana system dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada fase analisis
Desain atau perancangan dalam pembangunan perangkat lunak merupakan upaya untuk mengonstruksi sebuah sistem yang memberikan kepuasan (mungkin informal) terhadap

Tujuan Perancangan Sistem
Perencanaan sistem merupakan suatu aktivitas yang harus dilaksanakan sebelum dikembangkannnya sebuah sistem.Perencanaan sistem perlu dilakukan agar pembangunan/pengembangan sistem sesuai blueprint yang ada sesuai dengan visi, misi, tujuan dan sasaran organisasi. Biasanya pengembangan sistem dilaksanakan dalam lingkup proyek. Sebelum pelaksanaan proyek pengembangan sistem informasi dimulai, maka proyek tersebut harus mendapatkan persetujuan dari pengambil keputusan.
·         Verzello / John Reuter III. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem: Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi: “menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk “.
·         John Burch & Gary Grudnitski. Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
·         George M. Scott. Desain sistem menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan; tahap ini menyangkut mengkonfigurasikan dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem, sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis sistem.

Personil Yang Terlibat
·         Sumber daya organisasi: bertumpu pada 5 unsur organisasi, yaitu: man, machines, material, money dan methods.
·         Kebutuhan sistem: hasil dari analisis sistem.
·         Operasi data. Ada beberapa operasi dasar data, a.l: capture, classify, arrange, summarize, calculate, store, retrieve, reproduce dan disseminate.
·         Informasi kebutuhan dari pemakai: informasi yang diperoleh dari pemakai selama fase analisis sistem.
·         Metode pemrosesan data, apakah: manual, elektromechanical, puched card, atau computer base.
·         Alat bantu desain, seperti: dfd, dcd, dd, decision table dll.






KELEBIHAN DAN KELEMAHAN (RAD)

Pengertian Rapid Application Development?

Metode Rapid Application Development (RAD) adalah model pengembangan perangkat lunak yang pengembangannya tergolong dalam teknik incremental (bertingakat). Dalam proses pengembangannya model ini menggunakan metode iterative atau berulang dimana working model sistem dikonstruksikan di awal tahap pengembangan dengan tujuan menetapkan kebutuhan (requirement) user. Model ini membutuhkan waktu singkat dibanding metode lain yaitu sekitar 30-90 hari. Siklus kerja nya yang pendek juga membuat pengembangan sistem dengan model ini bisa diselesaikan dengan cepat. Tetapi terdapat kekurangan dari penggunaan model  RAD sehingga kurang efektif penerapannya untuk proyek bersar.

Kelebihan Metode Rapid Application Development (RAD)

·         Sangat berguna dilakukan pada kondisi user tidak memahami kebutuhan kebutuhan apa saja yang digunakan pada proses pengembangan perangkat lunak.
·         Metode RAD dapat dilakukan dengan waktu yang singkat yakni sekitar 30-90 hari.
·         Biaya yang dikeluarkan menjadi lebih rendah karena waktu pengembangan yang singkat dan mengguakan komponen yang sdah ada.

Kekurangan Rapid Application Development

Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam implementasi pengembangan menggunakan model RAD :
·         Membutuhkan SDM atau sumber daya manusia yang ahli untuk proyek berskala besar.
RAD menuntut pengembang dan pelanggan memiliki komitmen dalam aktivitas rapid fire yang diperlukan untuk melengkapi sebuah sistem dalam waktu yang singkat. Jika komitmen tersebut tidak ada maka proyek RAD akan gagal

MEMPEROLEH DATA DAN INFORMASI


MEMPEROLEH DATA DAN INFORMASI

Pengumpulan data penelitian tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Terdapat langkah pengumpulan data dan teknik pengumpulan data yang harus diikuti. Tujuan dari langkah pengumpulan data dan teknik pengumpulan data ini adalah demi mendapatkan data yang valid, sehingga hasil dan kesimpulan penelitian pun tidak akan diragukan kebenarannya.

DEFINISI PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti biasanya telah memiliki dugaan berdasarkan teori yang ia gunakan, dugaan tersebut disebut dengan hipotesis (Baca juga: Pengertian Hipotesis dan Langkah Perumusan Hipotesis). Untuk membuktikan hipotesis secara empiris, seorang peneliti membutuhkan pengumpulan data untuk diteliti secara lebih mendalam.
Proses pengumpulan data ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Pengumpulan data dilakukan terhadap sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Data adalah sesuatu yang belum memiliki arti bagi penerimanya dan masih membutuhkan adanya suatu pengolahan. Data bisa memiliki berbagai wujud, mulai dari gambar, suara, huruf, angka, bahasa, simbol, bahkan keadaan. Semua hal tersebut dapat disebut sebagai data asalkan dapat kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian, ataupun suatu konsep.
Data dapat dibedakan dalam beberapa kategori. Jenis-jenis data dapat dikategorikan sebagai berikut:
A. Menurut cara memperolehnya:
1.       Data primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti langsung dari subjek atau objek penelitian.
2.       Data sekunder, yaitu data yang didapatkan tidak secara langsung dari objek atau subjek penelitian.
B. Menurut sumbernya
1.       Data internal, yaitu data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan dalam sebuah organisasi
2.       Data eksternal, yaitu data yang menggambarkan duatu keadaan atau kegiatan di luar sebuah organisasi
C. Menurut sifatnya
1.       Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka pasti
2.       Data kualitatif, yaitu data yang bukan berbentuk angka
D. Menurut waktu pengumpulannya
1.       Cross section/insidentil, yaitu data yang dikumpulkan hanya pada suatu waktu tertentu
2.       Data berkala/ time series, yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk menggambarkan suatu perkembangan atau kecenderungan keadaan/ peristiwa/ kegiatan.

METODE PENGUMPULAN DATA

Dalam penelitian, kita seringkali mendengar istilah metode pengumpulan data dan instrumen pengumpulan data. Meskipun saling berhubungan, namun dua istilah ini memiliki arti yang berbeda. Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Sementara itu instrumen pengumpulan data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen pengumpulan data dapat berupa check list, kuesioner, pedoman wawancara, hingga kamera untuk foto atau untuk merekam gambar.
Ada berbagai metode pengumpulan data yang dapat dilakukan dalam sebuah penelitian. Metode pengumpulan data ini dapat digunakan secara sendiri-sendiri, namun dapat pula digunakan dengan menggabungkan dua metode atau lebih. Beberapa metode pengumpulan data antara lain:

1. Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. Seiring perkembangan teknologi, metode wawancara dapat pula dilakukan melalui media-media tertentu, misalnya telepon, email, atau skype. Wawancara terbagi atas dua kategori, yakni wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.

a. Wawancara terstruktur

Dalam wawancara terstruktur, peneliti telah mengetahui dengan pasti informasi apa yang hendak digali dari narasumber. Pada kondisi ini, peneliti biasanya sudah membuat daftar pertanyaan secara sistematis. Peneliti juga bisa menggunakan berbagai instrumen penelitian seperti alat bantu recorder, kamera untuk foto, serta instrumen-instrumen lain.

b. Wawancara tidak terstruktur

Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas. Peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan spesifik, namun hanya memuat poin-poin penting dari masalah yang ingin digali dari responden.

2. Observasi

Observasi adalah metode pengumpulan data yang kompleks karena melibatkan berbagai faktor dalam pelaksanaannya. Metode pengumpulan data observasi tidak hanya mengukur sikap dari responden, namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data observasi cocok digunakan untuk penelitian yang bertujuan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, dan gejala-gejala alam. Metode ini juga tepat dilakukan pada responden yang kuantitasnya tidak terlalu besar. Metode pengumpulan data observasi terbagi menjadi dua kategori, yakni:

a. Participant observation

Dalam participant observation, peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.

b. Non participant observation

Berlawanan dengan participant observation, non participant observation merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.

3. Angket (kuesioner)

Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang lebih efisien bila peneliti telah mengetahui dengan pasti variabel yag akan diukur dan tahu apa yang diharapkan dari responden. Selain itu kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas.
Berdasarkan bentuk pertanyaannya, kuesioner dapat dikategorikan dalam dua jenis, yakni kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Kuesioner terbuka adalah kuesioner yang memberikan kebebasan kepada objek penelitian untuk menjawab. Sementara itu, kuesioner tertutup adalah kuesioner yang telah menyediakan pilihan jawaban untuk dipilih oleh objek penelitian. Seiring dengan perkembangan, beberapa penelitian saat ini juga menerapkan metode kuesioner yang memiliki bentuk semi terbuka. Dalam bentuk ini, pilihan jawaban telah diberikan oleh peneliti, namun objek penelitian tetap diberi kesempatan untuk menjawab sesuai dengan kemauan mereka.

4. Studi Dokumen

Studi dokumen adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung kepada subjek penelitian. Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis. Dokumen yang dapat digunakan dalam pengumpulan data dibedakan menjadi dua, yakni:

a. Dokumen primer

Dokumen primer adalah dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa, misalnya: autobiografi

b. Dokumen sekunder

Dokumen sekunder adalah dokumen yang ditulis berdasarkan oleh laporan/ cerita orang lain, misalnya: biografi.

RAPID APPLICATION DEVELOPMENT


Rapid Application Development (RAD)

Rapid Application Development (RAD) RAD merupakan model proses perangkat lunak yang menekankan pada daur pengembangan hidup yang singkat. RAD merupakan versi adaptasi cepat dari model waterfall, dengan menggunakan pendekatan konstruksi komponen[5]. RAD merupakan gabungan dari bermacam-macam teknik terstruktur dengan teknik prototyping dan teknik pengembangan joint application untuk mempercepat pengembangan sistem/aplikasi[6]. Dari definisi konsep RAD ini, dapat dilihat bahwa pengembangan aplikasi dengan menggunakan metode RAD dapat dilakukan dalam waktu yang relatif lebih cepat. Sesuai dengan metodologi RAD berikut ini adalah tahap-tahap pengembangan aplikasi dari tiap-tiap fase pengembangan aplikasi dapat di lihat pada gambar 1.
                                         
                                                                                          Gambar 1 RAD

Tahapan RAD terdiri dari 3 tahap yang terstruktur dan saling bergantung disetiap tahap, yaitu :

 1) Requirements Planning (Perencanaan Persyaratan).
 a) Pengguna dan analisis bertemu untuk mengidenfifikasi tujuan dari aplikasi atau sistem
b) Berorientasi pada pemecahan masalah bisnis.

 2) Design Workshop.
 a) Fase desain dan menyempurnakan.
b) Gunakan kelompok pendukung keputusan sistem untuk membantu pengguna setuju pada desain
c) Programmer dan analis membangun dan menunjukkan tampilan visual desain dan alur kerja penggun
d) Pengguna menanggapi prototipe kerja aktual.
 e) Analis menyempurnakan modul dirancang berdasarkan tanggapan pengguna.


3) Implementation (Penerapan).
 a) Sebagai sistem yang baru dibangun, sistem baru atau parsial diuji dan diperkenalkan kepada organisasi.
 b) Ketika membuat sistem baru, tidak perlu untuk menjalankan sistem yang lama secara parallel.


TAHAPAN SITEM


SISTEM
     Menurut, Jogianto (2005:2), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi
     Dari pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa sistem adalah gabungan dari beberapa elemen atau komponen yang memiliki tujuan dan target yang sama untuk memudahkan aliran informasi.


ELEMEN SISTEM
     Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem yaitu :
Tujuan : tujuan disini berfungsi untuk mengarahan sistem untuk mencapai suatu target yang telah ditentukan
Masukan : bahan mentah yang dimasukkan ke dala sistem yang nantinya akan di proses
Proses: Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah.
Keluaran : Hasil dari pemrosesan bahan mentah yang telah kita inputkan pada sistem tadi, pada sistem informasi keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan , dan sebagainya.
Batas : Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem.
Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik :Mekanisme pengendalian diwujudkan dengan menggunakan umpan balik , yang mencuplik keluaran.
Lingkungan :Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri.


SYARAT SYARAT SISTEM
      Dari materi yang diberikan oleh dosen saya ,dapat saya simpulkan dengan sederhana syarat syarat sebuah sistem adalah sebagai berikut :
Setiap sistem harus bisa menyelesaikan suatu tujuan
Setiap elemen pada sistem memiliki rencana yang telah ditetapkan
Setiap elemen nya memiliki hubungan dan saling berkaitan satu dengan yang lainnya
Unsur dasar dari sebuah sistem adalah adanya arus informasi,energi,material dan sumber yang harus di definisikan
Didalam sebuah sistem tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan setiap elemen


METODE SISTEM
Blackbox Approach :   Suatu sistem dimana kita dapat mengetahui input dan output nya tapi tidak dengan proses nya.Berorientasi pada proses. Metode ini hanya dapat dimengerti oleh pihak dalamsedangkan pihak  luar  hanya  mengetahui  masukan  dan  hasilnya.  Sistem  ini  terdapat  pada subsistem tingkat terendah.
Contoh : -  proses pencernaan.

Analytic Sistem : Suatu sistem yang tidak berorientasi pada proses tetapi kita memiliki kewajiban untuk menganalisa sistem tersebut. Seperti menentukan identitas ,tujuan,fungsi dan bagian bagian yang ada pada sistem tersebut.


JENIS JENIS SISTEM BERDASARKAN KOMPONEN NYA
Sistem Fisik : adalah suatu sistem yang memiliki wujud atau bentuk. Contoh nya sistem pernafasan
Sistem Abstrak : yaitu sistem yang tidak memiliki wujud atau bentuk atau nonfisik. Contoh nya hubungan manusia dengan Tuhan nya         
KLASIFIKASI SISTEM

  
 Klasifikasi sistem terdiri dari  :

A. sistem abstrak(abstract system) :   Adalah sistem yang tidak tampak secara fisik, karena hanya pemikiran atau ide. Contohnya   Sistem Teologi (Ketuhanan), menggambarkan hubungan antara manusi dengan Tuhan.

B. sistem fisik(Physical system): Adalah sistem yang tampak secara fisik. Contohnya: Sistem Komputer, sistem Produksi, dll.

C. sistem alamiah(natural system) :Adalah sistem yang terjadi dikarenakan proses alam. Contohnya :Sistem terbentuknya hujan .

D. sistem buatan manusia(human made system) : Adalah sistem yang dirancang atau didesain oleh manusia. Contohnya : Sistem Informasi, Sistem Mobil.

E. sistem deterministik(deterministic system) :Adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diramalkan. contohnya : Sistem Komputer.

F. sistem probabilitas (probalistic system) : Adalah sistem yang tidak bisa diramalkan. Contoh : Sistem manusia.

G. sistem terbuka : Sistem yang berinteraksi dengan lingkungannya . Contohnya : Sistem organisasi.

H. sistem tertutup : Sistem yang tidak dihubungkan dengan lingkungannya . Contohnya : sistem kimia.


Sumber:

https://arifashkaf.wordpress.com/2015/10/14/pengertian-sistem-dan-contohnya-softskill/
https://www.gurupendidikan.co.id/elemen-sistem/
https://moondoggiesmusic.com/pengertian-sistem/

http://audremon.blogspot.com/2016/10/klasifikasi-sistem-contoh-penggunaan.html

Thursday, 26 March 2020

INFORMATIKA


Kontrak Kuliah Analisis dan perancangan sistem
Dosen Pengampu        : Anggi Perwitasari, ST, MT.

Nama                           : Cahyo Kartiko

NIM                              : D1041151064

Nama Mata Kuliah       : Analisis dan Perancangan Sistem

Kode Mata Kuliah        : INF-55201-212

SKS                             : 3

Semester                     : 4

Hari Pertemuan/Jam   : Senin/13.00 - 15.30 WIB

Tempat Pertemuan     : D04




1. Kontrak Kuliah

·                  Berpakaian yang rapi, tidak boleh mengenakan sandal
·                  Seluruh informasi perkuliahan diumumkan lewat motifuntan.weebly.com
·                  Keterlambatan maksimal 15 menit.
·                  Tidak hadir dengan alasan sakit, harus menyertakan surat keterangan dokter. Tidak hadir karena perjalanan dinas, urusan keluarga harus menyerahkan surat izin yang dibuat oleh mahasiswa bersangkutan, ditanda tangani oleh KAPRODI dan menyertakan bukti surat perjalanan dari kantor.
·                  Minimal kehadiran yaitu 75% dari total seluruh tatap muka. TIDAK ADA TOLERANSI PENAMBAHAN KEHADIRAN.
·                  MENCONTEK / PLAGIARISME DARI SUMBER MANAPUN, NILAI UTS DAN UAS = E.
·                  HANYA KETUA KELAS yang diizinkan menghubungi dosen pengampu melalui email / whatsapp dengan alasan apapun.

2. Bobot Penilaian

·                  ABSENSI   = 10 %
·                  TUGAS       = 30 %
·                  UTS            = 30 %
·                  UAS            = 30 %
 TIDAK ADA TOLERANSI BAGI YANG MELANGGAR   KONTRAK KULIAH = E.


3. Kontrak Tugas

·                  TUGAS MINGGUAN : DIKERJAKAN SETIAP MINGGU DALAM BENTUK ARTIKEL BLOG. POINT YANG DIBERIKAN YAITU <50 APABILA :
·                   PLAGIARISME TANPA PENGUBAHAN ARTIKEL  YANG DIKUTIP.
·                   HANYA MENGAMBIL SATU SUMBER DENGAN ATAU TANPA KUTIPAN SERTA TANPA PROSES PENYUNTINGAN ATAU PROSES PENYUNTINGAN KURANG DARI 60% DARI ARTIKEL SUMBER.
·                   TIDAK  MEMILIKI RESUME DAN HASIL PEMIKIRAN PRIBADI. ATAU HASIL PEMIKIRAN YANG DIDAPATI MERUPAKAN HASIL PEMIKIRAN ORANG LAIN YANG DITULIS KEMBALI.
·                  TUGAS TERSTRUKTUR: TUGAS BERKELOMPOK UNTUK MENGERJAKAN SUATU PROJECT PERANCANGAN BASIS DATA DALAM BENTUK DOKUMEN.
                   
                                                                                                                          Tertanda Mahasiswa       






                                                                                                                                                                                                                                          (D1041151064)